Jumat, 04 Maret 2016

PEMBUKAAN GEBYAR SMA MUHAMMADIYAH 1 PRINGSEWU SUKSES DIGELAR


Jp3.pringsewu(04/03) gebyar Sma muhammadiyah Pringsewu mengusung tema "pelajar cerdas pelajar APIIK"
(Aktif,Progresif,Inovatif,Inspirativ,KReatif ) gebyar yang berlangsung 4 hari yakni 03-06 Maret 2016 diawali dengan penampilan eskul musik bambu SMA Muhammadiyah 1pringsewu.
Dihadiri pimpinan muhammadiyah (Ato Riyadi) kepala SMA muhammadiyah (haryono) perwakilan SMK,dan jajaran guru SMA Muhammadiyah 1 pringsewu dan SMP,SMA,SMK Muhammadiyah pringsewu.
Tak hanya penampilan musik bambu, eskul tari SMA Muhammadiyah andil dalam pembukaan gebyar SMA Muhammadiyah 1 pringsewu.
Perlombaan seperti LCT(Lomba Cepat Tepat) dilaksanakan hari ini.
Speach(pidato bahasa inggris),da'i, pasukan baris-berbaris(PBB) akan dilaksanakan besok, dan Try out dilaksanakan pada hari minggu
"Kegiatan ini bertujuan untuk menarik minat dan bakat siswa-siswi SMP/MTs sekabupaten pringsewu dalam kegiatan perlombaan yang diadakan SMA Muhammadiyah 1 Pringsewu"
Ujar Alan refandi ramadani selaku ketua pelaksana gebyar SMA Muhammadiyah 1 Pringsewu.
(Putri)

PringsewuTv menjadi awadah untuk para sineas pelajar dikabupaten pringsewu


Jp3.Prngsewu (03/03/16) gebyar sma muhammadiyah prngsewu(G-SMP) kamis pagi di gedung aula sma muhammadiyah 1 pringsewu,dihadiri oleh kepala dinas pendidikan kebudayaan dan pariwisata kabupaten pringewu,Kabid(kepala bidang) pariwisata kabupaten pringsewu, SMP, SMA sekabupate Pringsewu, dengan mengusung tema “Film Pendek Pelajar Pringsewu” dengan narasumber reporter PringsewuTv, Ike Awaliana, wakil ketua komunitas Film Indie Lampung, Bambang Adi, Kepala DPKP Kab. Pringsewu, Heri Iswahyudi, PringsewuTv mengadakan Program peerimaan film dan berita bagi para pelajar di Kab. Pringsewu untk ditayangkan di PringsewuTv. “Saya berharap bahwa pringsewuTv dapat menjadi wadah penyalur kreatifitas seluruh pelajar di Kab. Pringsewu” ujar Ike Awaliana. Tidak hanya film beritapun dapat di expose di PringsewuTv tanpa biaya administrasi.(Putri)

SMA MUHAMMADIYAH PRINGSEWU MENGADAKAN TALKSHOW "FILM PENDEK PELAJAR PRINGSEWU"

Jp3. Pringsewu. (03/03/2016) Gebyar SMA Muhammadiyah 1 Pringsewu diawali dengan talk show yang diadakan di gedung aula SMA Muhammadiyah 1 Pringsewu pada kamis pagi (03/03) talk show ini mengangkat tema “Film Pendek Pelajar Pringsewu” yang dihadiri oleh kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Pringsewu didampingi (KaBid) kepala bidang pariwisata Kab. Pringsewu.
Tidak hanya Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Pringsewu, Talk show ini juga dihadiri beberapa sekolah SMP, SMA sekabupaten pringsewu. Gebyar tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena baru kali ini G-SMP mengadakan seminar bertemakan “Film Pendek Pelajar Pringsewu”, yang dinarasumberi langsung Heri Iswahyudi, Ike Awaliana dari PringsewuTv, dan Bambang Adi sekalu Perwakilan ketua Komunitas Film Indie Lampung (KOFI)
“Dengan Film kita dapat mendorong pelajar dan masyarakat untuk kearah lebih baik. Kita dapat menyampaikan sebuah gagasan, maupun ide. Kemudian menjadi obsesi yang baik khususnya para pelajar, untuk menjadi satu tujuan”. Ujar Heri Iswahyudi.

Rabu, 02 Maret 2016

HW IKUT SERTA DALAM MELAKSANAKAN MUSDA MUHAMMADIYAH DAN AISIYAH TAHUN INI


JP3, Pringsewu (28/02). Partisipasi MUSDA Muhammadiyah ke-2 dan Aisiyah ke-3 yang dilaksanakan di gedung Dakwah Muhammadiyah Pringsewu, Jl. KH.Gholib. Pawai yang dimulai dari pendopo pringsewu berangsur meriah karena di ikuti oleh SD, SMP, SMA/SMK maupun mahasiswa ikut meramaikan MUSDA tersebut.
Hizbul Wathan (HW) juga ikut andal dalam meriahkan MUSDA tahun ini. Karena itu, Hizbul Wathan berlatih selama kurang lebih 1 minggu. Sebagai ortom Muhammadiyah mempunyai tanggung jawab yang wajib. “MUSDA menurut HW mempunyai harapan bagaimana Muhammadiyah memberikan apresiasi terhadap ortom salah satunya HW. HW diberi penghargaan sebagai calon pemimpin sebagai pelopor oleh kader itu sendiri” ujar Ali Rahman selaku Warcap (kuartir cabang).

IPM MENGHARAPKAN LEBIH DIPERHATIKAN DALAM KEGIATAN UNTUK 5 TAHUN KEDEPAN

Jp3.pringsewu (28/2) muhammadiyah dan aisiyah sukses mengadakan musyawarah daerah (Musda) ke-2. Musda kali ini dihadiri oleh jajaran pimpinan muhammadiyah dan ortom muhammadiyah seperti: Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa muhammadiyah (IMM), Pemuda muhammadiyah (PM), Nasiatul aisiyah (NA), Tapak Suci (TS) dan Hizbul Wathan (HW).
PD IPM sendiri dari awal pleno hingga kemarin (28/2) IPM sudah ambil alih dalam kegiatan Musda 2016. Sebagai RAGIL (anak bungsu) organisasi Muhammadiyah, IPM ingin lebih diperhatikan dalam kegiatannya untuk 5 tahun kedepan. Karena IPM sebagai kader-kader Muhammadiyah ataupun aisiyah nantinya (ujar Rohmalia Apriyani)
Anggota IPM  yang dikerahkan berjumlah 4 orang, 2 dikerahkan untuk musyawarah daerah muhammadiyah dan 2 dikerahkan untuk musyawarah aisiyah.

MUHAMMADIYAH INGIN MENGURANGI DERAJAT KETERGANTUNGAN TERHADAP PEMERINTAH.



Musyawarah Daerah (MUSDA) Muhammadiyah Pringsewu yang ke-2 ingin lebih otonom dan mandiri dalam melaksanakan program kerja, guna untuk mengurangi derajar ketergantungan terhadap Pemerintah Daerah (PEMDA).

Musda sebagai ajang internal Muhammadiyah diselenggarakan untuk mengevaluasi terhadap kinerja Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) belaka, menyusun program kerja untuk 5 tahun ke depan, dan memilih pimpinan daerah Pringsewu. Musda tersebut bersifat netral dan bebas dari kepentingan politik. Terkait dengan subtansi mengenai musda tahun ini, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sudah memiliki 3 agenda strategis yang sangat penting untuk perjalanan Muhammadiyah ke depan. Muhammadiyah ke depan ingin menempatkan sebuah organisasi modrn yang berbasis pada perubahan zaman. Posisi Muhammadiyah di Pringsewu saat ini merupakan nomor 2 terbaik setelah Metro dari 15 PDM yang ada di Lampung. Keputusan tersebut diukur dari perkembangan amal usaha, perkembangan cabang, dan perkembangan ranting. Untuk kedepannya Muhammadiyah tidak hanya ingin meningkatkan amal usaha, namun juga meningkatkan kualitas untuk melakukan perang dalam berbangsa. Muhammadiyah banyak terkontribusi dalam amar ma'ruf namun belum mempunyai konsep dalam konteks nahi munkar. " Harapan saya musda Pringsewu yang ke-2 bisa terselenggara dengan sukses dan santun mengikuti kaidah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART)" ujar Purwansyah pada sambutannya dalam Musda ke-2 (28/02). (Emje, sinta)

Selasa, 01 Maret 2016

MUSDA MENJADI AJANG KONSOLIDASI UNTUK MEMANTAPKAN DAKWAH MUHAMMADIYAH


musda ke-2 tahun 2016 menjadi suatu ajang konsolidasi organisasi untuk lebih memantapkan dakwah Muhammadiyah.

Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) Muhammadiyah di bidang pendidikan mampu membangkitkan Pringsewu dalam menganggarkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk mendirikan sekolah-sekolah yang ada di Pringsewu. Perbedaan pendapat orang lain menjadi kekayaan intelektual Muhammadiyah yang bisa dikelola dan menjadi kekuatan bersama. Tidak ada persiapan khusus bagi pemuda Muhammadiyah, yang jelas pemuda akan megawali kesuksesan MUSDA tahun ini, dan fokus pada seluruh penyelenggaraan MUSDA. Komposisi kepanitiaan hampir 80 % pemuda Muhammadiyah berpartisipasi dalam musda 2016. Mulai dari sekretaris, pemuda panli, pemuda musda, dan konsumsi. "Berharap 9 pleno yang terpilih nanti dan seluruh majelis itu bisa duduk bersama. Dan saya pikir ada 1 momentum strategis hari ini sambil peresmian Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) bisa menjadi dapur organisasi yang periode lalu memang kita belum punya. Ibarat orang mau memasak hari ini sudah punya dapur dan tinggal membuat menu yang nantinya bisa dinikmati oleh masyarakat Pringsewu dan khususnya masyarakat Muhammadiyah" ujar Hardi Santosa selaku kepala pemuda Muhammadiyah.